ANTI free sex & film porno Indonesia
indonesia

Kunjungan

KPK
Photobucket
Jangan Tunggu Lama ! Pasang Iklan Disini...

OP Migor Tak Merata, Disperindagkop Tutup Mata


Warga Kecewa, Migor Hanya Terdistribusi 58 % Dari 209 Ribu Liter

JOMBANG – Dari 209.347 liter migor yang disediakan untuk masyarakat berdaya beli rendah, hanya terdistribusi sekitar 58 % atau setara dengan 121.354 liter. Dengan kepincangan tersebut berdampak pada keluhan di sebagian besar masyarakat. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Jombang selaku pihak pendistribusi angkat tangan.

Solikah (45), warga Desa Kepuhkajang Kecamatan Perak. Ibu beranak dua ini mengakui, jika dirinya hingga kini belum mendapat kupon pembelian migor. Padahal, beberapa tetangganya yang dirasa mampu malah mendapatkan kupon.

“Hari ini semua tetangga pada beli semua tapi karena saya nggak dapat kupon jadinya ya nggak bisa beli. Pinginnya sih beli, tapi ya itu nggak dapat kupon,” pasrah Solikah dengan muka muram, Kamis (14/8) kemarin.

Ironinya, hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Perdagangan Disperindagkop setempat, Edy Supangat. Edi mengakui, jika OP migor yang dilakukan belum merata. Ia beralasan, itu disebabkan karena keterbatasan tenaga dan transportasi dari pihak rekanan.

“Sehingga dalam satu kecamatan tidak semua desa bisa mendapatkan layanan migor murah,” dalih Edy.

Dikatakannya, dalam satu wilayah kecamatan hanya sekitar 50 persen yang bisa dipenuhi dengan jatah migor tersebut. Sedangkan sisanya, lanjut Edy, terpaksa tidak mendapat dan hanya sekedar melihat tontonan 'bagi-bagi' migor murah.

“Kita itu nggak ikut mendata. Yang mendata warga yang berhak mendapat migor itu adalah kewenangan desa dan kecamatan masing-masing,” kelit Edy.

Menurutnya, tidak meratanya jumlah migor yang didistribusi tersebut akibat keterlambatan proses gelar Operasi Pasar Murah Migor ke masyarakat. Lagi-lagi Edy beralasan, operasi tersebut tergolong molor dua bulan dari jadwal sebelumnya yang dimulai 28 Juli sampai nanti berakhir 14 Agustus 2008.

“Seharusnya sudah dilaksanakan sejak bulan Mei 2008 lalu. Tapi, karena sesuatu hal, terpaksa harus mundur dua bulan. Untuk itu akan kita agendakan di OP tahap II, waktunya masih kita bahas,” kilah Edy tanpa beban. abd
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

0 komentar:

[+/-]Click to Show or Hide Old Comments

Posting Komentar

Komentar Anda ?

Mampir Donk


ShoutMix chat widget
Photobucket
 

Copyright 2009 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by One 4 All