ANTI free sex & film porno Indonesia
indonesia

Kunjungan

KPK
Photobucket
Jangan Tunggu Lama ! Pasang Iklan Disini...

Kasek : 'Ponari Naik Kelas IV

0 komentar


Bolos Hampir Sebulan

JOMBANG – Masih untung, meski tengah dilanda masalah bapaknya yang babak belur dihajar tetangga, Ponari, dukun cilik asal Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh Jombang bisa menapak kelas. Uniknya, selain didera masalah, Ponari yang hampir sebulan tidak masuk sekolah dinyatakan naik ke kelas IV.

“Ya benar, Ponari naik ke kelas IV,” kata Kepala Sekolah SDN Balongsari I, Miharso, Jum’at (26/6).

Padahal, dalam catatan sekolah, anak pasangan Kamsin dan Mukaromah ini tidak mengikuti pelajaran hingga 24 hari. Meski demikian, pihak sekolah masih menoleransi Ponari yang tidak masuk sekolah karena melayani pasien yang berobat dengan mediasi batu ‘ajaibnya’.

“Yang jelas, Ponari sudah minta ijin tidak masuk sekolah. Aturannya, siswa dinyatakan tidak naik kelas jika ketentuan 10 persen dari 247 jumlah hari efektif tanpa izin,” jelas Miharso di ruangannya.

Ditanya nilai raport Ponari ? Miharso dengan lugas mengatakan, nilai yang didapat Ponari hingga naik kelas mencapai angka diatas rata-rata. Miharso mencontohkan, nilai rata-rata Ponari untuk mata pelajaran PPKN bisa diatas 6,0 dan Bahasa Indonesia diatas 5,9.

“Memang Bahasa Daerahnya yang agak jeblok, tapi masih bisa kita perbaiki kok,” ujarnya. abd

Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Dihajar Tetangga, Ayah Ponari Tersungkur Dua Kali

    0 komentar


    Memar Di Wajah dan Telinga

    JOMBANG – Akibat dianiaya tetangganya sendiri, Kamsin (36), ayah dukun cilik Ponari dilarikan ke rumah sakit. Kamsin yang kini dirawat di Balai Pengobatan Al-Azis, Kecamatan Tembelang Jombang ini mukanya lebam dan luka memar di pelipis mata dan telinga.

    Di ruang Anggrek, Balai Pengobatan Al-Azis, Kamsin mengaku, dirinya dihajar Roji (40) yang juga tetangganya sendiri hingga tersungkur dua kali. Bogem mentah yang dilayangkan Roji ini tepat mengenai wajah dan membuat Kamsin tak berdaya.

    “Tiba-tiba, saya dipukul sampai jatuh dua kali. Ya gini, muka saya bengkak dan telinga saya memar,” jelas Kamsin sambil menyeringai kesakitan, Kamis (25/6).

    Diceritakannya, peristiwa pemukulan itu terjadi setelah dirinya meminta penjelasan dari Roji yang kebetulan rumahnya dijadikan tempat praktek Ponari. Bukannya jawaban yang memuaskan, melainkan kepalan Roji yang hinggap di muka Kamsin.

    “Saya itu mau tanya baik-baik dan minta penjelasan seputar seringnya Mukaromah (istri Kamsin/ibu Ponari, red) keluar rumah sama Roji. Eh, istri saya malah marah-marah dan Roji langsung njotos saya,” ujar Kamsin polos.

    Parahnya, kata Kamsin, pukulan telak itu tak membuat Roji puas. Meski sudah terjatuh, Roji masih melayangkan bogemnya ke arah Kamsin hingga berkali-kali. Untung, tetangga sekitar yang mendengar ‘bentrok’ tak berimbang itu segera melerai keduanya.

    “Tetangga langsung membawa saya ke rumah sakit. Tapi, masalah ini sudah saya laporkan ke Polsek Megaluh,” imbuh Kamsin memelas.

    Dikonfirmasi hal ini, AKP Sutikno, Kapolsek Megaluh membenarkan peristiwa baku hantam antara bapaknya Ponari dengan Roji. Diakui Kapolsek, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

    “Tersangka belum kita tahan. Kita masih panggil saksi dan menyelidiki kasusnya,” tandasnya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Prabowo Kritik Liberalisasi Pemerintahan SBY

    0 komentar


    Sempat ‘Enggan’ Tandatangan Kontrak Politik

    JOMBANG – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto menyebut, kebijakan pemerintah saat ini mengarah ke liberalisasi ekonomi. Bahkan, neo liberalis perlahan mulai diciptakan sebagai sebagai kebijakan nasional.

    “Harus ditentang. Dan saya siap menentang kebijakan nasional yang mengarah ke liberalis dan neo liberal,” tandas Prabowo di depan massa yang memadati Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kec/Kabupaten Jombang, Kamis (25/6).

    Menurut cawapres pasangan capres Megawati Soekarnoputri itu, kebijakan nasional yang beraroma liberal sangat menyengsarakan rakyat. Dengan suara keras dan parau, Prabowo meminta, agar masyarakat tidak terlena dengan kondisi pemerintahan saat ini yang jauh dari aspirasi kerakyatan.

    “Apakah kita akan memilih pemimpin yang liberal ? Yang bisanya hutang dan menjual bangsa ke negara asing ? Sudah berapa triliun asset kita terbuang jika hasil yang didapat masih dalam cengkeraman asing ?” lantang mantan Danjen Kopassus ini di podium.

    Ia mencontohkan, pemerintah tidak mampu mengendalikan pasar bebas secara global. Akibatnya, rakyat hanya sebagai penonton dan kekayaan bumi Indonesia dibuang habis ke negara lain.

    “Masak rakyat yang hampir 60 persen hidup sebagai petani hanya dapat 1,6 persen anggaran negara atau hanya Rp 16 triliun ? Mana yang selebihnya ? Sistem harus dirubah dan perubahan harus terjadi,” tegas Prabowo yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) ini disambut aplaus hadirin.

    Disisi lain, anak mendiang begawan ekonomi nasional, Sumitro Djoyohadikusumo ini sempat menyentil kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepada wartawan, Prabowo menyatakan, bahwa penyelenggara pemilu di Indonesia itu belum maksimal dalam menjaring pemilih.

    “Masak secara nasional untuk Pilpres kali ini, naiknya jumlah hak pilih cuma 5 juta dari 49 juta orang ? Saya kuatir, legitimasi pemimpin yang akan datang tidak kuat,” kritiknya.

    Menariknya, usai pidato, Prabowo yang ‘dicegat’ dan disodori kesepakatan 8 poin kontrak politik oleh para petani terkesan enggan melakukannya. Alasannya, dalam poin tersebut, para petani tidak mengikutsertakan pelaksanaan dan dukungan Keluarga Berencana Nasional.


    “Saya sepakat, dan akan saya tandatangani jika program KB Nasional juga diikutkan dalam kontrak politik,” pintanya dihadapan massa dan wakil petani, Aji Mubarok.

    Sebelumnya, kemasan ‘kampanye’ dalam ajang Silaturahmi Ketua DPN HKTI bersama Petani dan Pengurus HKTI tersebut, Bupati Jombang, Suyanto dalam pidatonya sempat melontarkan ajakan memilih. Ditanya hal ini, Suyanto yang juga Ketua DPC PDIP Jombang tersebut menampik tudingan ikut berkampanye.

    “Saya ini sebagai Wakil Ketua DPP HKTI Jawa Timur. Jadi, kapasitas saya bukan sebagai Bupati,” elaknya usai acara yang kemudian berlanjut gropyokan tikus di Kecamatan Bareng, Jombang. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    KPU Belum Laporan Kekurangan Surat Suara

    0 komentar

    Tunda Sampai Sortasi Dan Lipat Usai

    JOMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang menunda laporan kekurangan surat suara Pemilu Pilpres sejumlah 1.470 dari 997.999 surat suara yang dibutuhkan. Alasannya, KPU harus menyortir dan melakukan pelipatan kertas suara terlebih dahulu sampai tuntas sesuai jadwal, 29 Juni 2009.

    “Yang sudah kita terima dan akan kita lipat ada 996.529 surat suara. Untuk kekurangannya akan kita laporkan setelah sortasi dan pelipatan hari Kamis besok,” ujar Sayekti Suindyah, Ketua Pokja Logistik KPU Jombang, Rabu (24/6).

    Sayekti berdalih, pelaporan tertulis tentang kekurangan kertas suara ke KPU Propinsi Jawa Timur itu akan dibarengkan dengan jumlah kerusakan surat suara yang disortir. Dikatakannya, setelah dilakukan sortasi dan pelipatan nanti akan dapat diketahui jumlah pasti surat suara yang terpakai dan tidak terpakai alias rusak.

    “Jadi, kita bisa tahu berapa jumlah surat suara yang rusak dan yang masih bisa dipakai. Setelah itu kita buat laporan bersamaan dengan pemberitahuan kekurangan surat suara yang berjumlah 1.470,” elaknya seusai rapat bersama seluruh PPK se-Kabupaten Jombang di Media Centre KPU setempat.

    Ia juga menambahkan, selain surat suara yang masih kurang, KPU Jombang juga belum mendapat kiriman logistik Pilpres 8 Juli nanti berupa formulir dan sampul. Lagi-lagi, Sayekti mengatakan, pihaknya belum dapat mengetahui waktu pengiriman dari KPU Pusat.

    “Terus terang, saya belum tahu kapan datangnya ? Yang pasti, logistik yang sudah terkirim adalah surat suara, ATK dan DCT,” kata perempuan berjilbab ini enteng.

    Terkait kontribusi dan kebutuhan tenaga pelipat dan sortir yang dilibatkan ? Sayekti yang ditemui di kantornya mengaku, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada PPK. Sebab, kata Sayekti, PPK nanti yang akan mengajukan harga lipat dan sortir per kartu suara kepada KPU Jombang.

    “KIsarannya antara Rp 50 per kertas suara. Tapi sekali lagi, nominal dan kebutuhan tenaga lipat kita serahkan kepada PPK dan belum kita tentukan,” ujar Sayekti sambil menunjukkan lokasi lipat dan sortir di gedung Korpri Jombang. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Kurang Bukti, Gugatan PKS Ditolak MK

    0 komentar

    JOMBANG – Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jombang. Alasannya, gugatan terkait hasil perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) yang diajukan PKS tidak cukup bukti.

    Dalam petikan putusan MK tersebut, PKS berdalih bahwa perolehan suara di 2 kecamatan, Kecamatan Ngusikan dan Kecamatan Ploso terdapat selisih angka. Di dua kecamatan di Dapil VI (Ploso, Ngusikan, Plandaan dan Kabuh) tersebut terdapat perbedaan perolehan suara antara saksi dengan ketetapan suara KPU Jombang.

    “Benar. Gugatan itu ditolak MK karena bukti yang diajukan kurang kuat. Di dua kecamatan tersebut, versi termohon dan versi pemohon terdapat selisih 369 suara,” ungkap Ja’far, Divisi Pemilihan dan Penghitungan Suara KPU Jombang sembari menunjukkan petikan keputusan yang ditandatangani Panitera MK, Zainal Arifin Hoesein di kantornya, Rabu (24/6).

    Dijelaskannya, pada proses pembuktian, PKS sempat mengajukan sejumlah barang bukti tertulis dan tiga orang saksi. Namun, MK menilai, bukti tersebut tidak dapat dijadikan bukti sah.

    “Kalau melihat amar putusannya, terdapat perbedaan tanda tangan KPPS di form C dengan tanda tangan KPPS di formulir C-1,” papar Ja’far.

    Kata Ja’far, bukti P-4 yang diajukan hanyalah laporan keberatan dari saksi pemohon yang tidak ada hubungannya dengan angka atau jumlah perolehan suara. “Itu yang menjadi dasar MK menolak permohonan gugatan PKS,” katanya.

    Sayangnya, saat dikonfirmasi hal ini, kubu PKS Jombang belum dapat memberikan keterangan. Berkali-kali, telepon seluler yang dihubungi tersambung dengan mailbox. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    PPIP Beri Rp 250 Juta Per Desa

    0 komentar

    JOMBANG – Sebanyak 20 desa dari 7 kecamatan di Kabupaten Jombang akan mendapat dana pemberdayaan Rp 5 miliar. Anggaran yang didapat dari hibah anggaran pusat tersebut dikemas dalam Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).

    Dari anggaran miliaran tersebut, masing-masing desa akan mendapat jatah ‘cash and transfer’ Rp 250 juta. Alokasi yang disediakan itu diperuntukkan sebagai bekal pembangunan fisik di tiap desa yang menerima hibah tersebut.

    “Masing-masing kecamatan yang mendapatkan hibah, antara lain Kecamatan Bareng, Ngusikan, Bandar Kedungmulyo, Ploso, Megaluh, Sumobito dan Kecamatan Wonosalam. Anggarannya sekitar Rp 250 juta per desa,” papar Arif Gunawan, Kabid Permukiman, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang disela sosialisasi PPIP, Senin (22/6).

    Menurutnya, anggaran tersebut tidak begitu saja diserahterimakan kepada desa, melainkan telah disetujui Dirjen Cipta Karya, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dirjen Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Sebab, pihaknya hanya berwenang mengusulkan sejumlah desa di 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang untuk mendapatkan dana PPIP.

    “Ya. Yang memastikan dan menetapkan 20 desa di 7 kecamatan ada di tiga departemen tadi dan juklak juknisnya juga sudah ada kok. Yang pasti, kita sudah mengajukan usulan untuk itu (PPIP, red),” terang Arif Gunawan.


    Tujuan dari PPIP tersebut, lanjut lelaki yang akrab dipanggil Gun ini adalah untuk memberdayakan pembangunan masyarakat yang lebih aspiratif di pedesaan. Untuk itu, pihaknya berharap tiap desa yang menerima PPIP dapat memaksimalkan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

    “Karena bentuknya untuk pembangunan infrastruktur, secara otomatis untuk membangun jalan desa, saluran pengairan dan sanitasi. Tapi, rencana itu dapat dilakukan dengan jalan rembug desa dan nanti yang menentukan pembangunannya juga desa itu sendiri,” papar Gun.

    Lelaki ‘jago’ pengairan di Jombang ini mengatakan, untuk tahap pencairan, tiap desa dapat membuat rincian belanja dan kerja dalam bentuk Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan Rancangan Anggaran Kerja (RAK). Dengan demikian, akan dapat mengantisipasi penyimpangan dan pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut.

    “Kalau duitnya sih sudah ada, tinggal nanti desa mengaplikasikan dana itu untuk pemberdayaan masyarakat di bidang infrastruktur dengan detil RAB dan RAK-nya,” tandasnya.

    Sementara itu, seluruh desa yang mendapat dana PPIP dan para camat ikut menyimak paparan sosialisasi yang disampaikan oleh Tim Pengarah dan Konsultan PPIP 2009. Dalam pelaksanaan PPIP nanti, diharapkan ada keterwakilan dari perempuan untuk menjadi bagian dalam PPIP.

    “Ada 23 kegiatan yang nanti harus dilalui oleh desa dalam proses pemberdayaan PPIP. Dan jangan lupa, harus melibatkan wanita,” jelas Sony Apriyanto, Koordinator Ahli Pemberdayaan Masyarakat dihadapan Kepala Desa, KaSatker dan Para Camat. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    KPU Jombang Sambangi Lokalisasi

    0 komentar

    Terdata 165 PSK DPT Dari 56 KK di Klubuk

    JOMBANG – Gerakan sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang mulai merambah lokalisasi. Sayangnya, aksi ‘woro-woro’ yang digalang penyelengara pemilu di Jombang tersebut belum menunjukkan gereget pemilih mendatangi lokasi sosialisasi.

    “Meski nggak semuanya hadir, paling tidak sekitar 50 orang sudah mewakili 165 pemilik hak pilih dari kalangan PSK,” aku Nurillaya, Ketua Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU setempat usai melakukan sosialisasi di pemukiman ‘syahwat’ Kampung Baru, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Jombang, Sabtu (20/6).

    Ditemui di kantornya, Nurillaya mengatakan, sebagian diantara peserta sosialisasi masih belum kesemuanya memahami proses pemilu di Pilpres 8 Juli nanti. Kendati demikian, ia berharap, pelaksanaan sosialisasi Pilpres dapat memberikan wacana dan pembelajaran dalam menyalurkan hak pilih di alam demokrasi.

    “Memang ada diantara PSK yang sudah paham ada juga yang setengah-setengah,” ujar mantan aktivis GMNI Jombang ini terbuka.

    Awik, panggilan akrab Nurillaya ini juga mengungkapkan, para PSK yang kebanyakan penduduk musiman ini hampir tidak pernah tersentuh penyuluhan tentang pemahaman dan tahapan dalam pemilu. Sebab, pihaknya menginginkan, sosialisasi kali ini dapat mengurangi angka golput, khususnya di kalangan wanita penjaja seks.

    “Dari 56 KK yang ada, hampir separoh diantara 165 PSK yang terdata di DPT adalah penduduk di luar Kabupaten Jombang. Dan selama ini para PSK belum pernah mendapatkan sosialisasi dalam proses pemilu. Tujuan kita tidak lain, mereka dapat memberikan suara sesuai hak pilihnya,” urai lelaki berambut ikal ini memastikan.

    Menurut Awik, para penghuni lokalisasi di kawasan pinggiran Kota Jombang ini sangat merespon kedatangan KPU bersosialisasi. Dalam sosialisasi tersebut, para PSK yang rata-rata berusia 20 tahun ke atas itu secara bergantian kerap melayangkan pertanyaan seputar Pilpres.

    “Dengan senang hati kita berikan jawaban dan penjelasan yang mudah dan gamblang dicerna para PSK,” katanya seraya menunjukkan 4 kali sisa sosialisasi dalam lembaran jadwal.

    Sebelumnya, Noviyanti, seorang dari PSK yang dimintai komentarnya mengaku, dirinya baru memahami tahapan dan tata cara pengunaan hak pilih. Usai menghadiri sosialisasi pilpres, Novi sapaan perempuan kuning langsat ini mengatakan, lega dengan arahan yang disampaikan KPU tentang pemilu.

    “Bener, saya nggak paham dan baru ini bisa mengerti bagaimana cara memilih di Pilpres,” selorohnya enteng.

    Selanjutnya, jadwal sosialisasi yang digelar KPU Jombang untuk Pilpres ini akan berakhir hingga hari tenang. KPU akan melaksanakan proses sosialisasi lagi pada 20, 23, 27 dan tanggal 28 Juni 2009.

    “Selain kita lakukan di tempat strategis, pasar, para penyandang cacat dan kaum petani, juga komunitas angkutan serta UKM, kita juga akan sosialisasi di 4 lembaga penelitian kampus. Diantaranya di Universitas Darul Ulum (Undar), STKIP, Unipdu dan IKAHA,” paparnya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    24 Juni, PNS Jombang Terima Gaji ke 13

    1 komentar

    JOMBANG – Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya gaji ke 13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Jombang mulai menampakkan kejelasan. Dipastikan, dalam empat hari kedepan seluruh PNS di lingkup Pemkab Jombang akan menerima gaji ke 13.

    Budi Nugroho, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) mengungkapkan, gaji ke 13 akan diterimakan kepada PNS pada 24 Juni 2009. Hal tersebut menurut Budi, mengacu pada kesepakatan yang dilakukan antara pemerintah daerah dengan BPKD untuk pencairan gaji tersebut.

    “Sesuai koordinasi, kita sepakati untuk pencairannya tanggal 24 Juni nanti,” jelas Budi via ponsel, Sabtu (20/6).

    Lebih lanjut, Budi mengingatkan, agar para PNS yang telah menerima gaji ke 13 nanti dapat menggunakan sesuai dengan kebutuhan. Pihaknya tidak berharap, uang bayaran satu kali penggajian tersebut dipakai untuk kebutuhan yang jauh dari manfaat.

    “Kita menginginkan jangan dipakai untuk keperluan sesaat yang tidak ada manfaat dan gunanya. Tapi, saya yakin kok, teman-teman yang menerima nanti menggunakan sesuai dengan kebutuhan,” cetus lelaki yang sempat menjabat Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit (RSD) Jombang ini tanpa ragu.

    Disisi lain, kabar pencairan gaji ke 13 tersebut sempat membuat terkejut sebagian PNS. Pasalnya, meski sempat meleset dari jadwal dan angan-angan, namun harapan yang telah ditunggu beberapa lama itu akhirnya berbuah juga.

    “Wah, yang bener. Kalau memang iya, bisa untuk nambah biaya sekolah anak saya.,” sambut Trisno, seorang PNS staf di Sekwan DPRD Jombang dengan ekspresi kaget bercampur gembira. “Itung-itung bisa untuk nyaur utang,” selorohnya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Wiranto Gaet Gus Solah

    0 komentar


    Gus Solah Enggan Dukung Terbuka

    JOMBANG - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Wiranto menyatakan, sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) mendukung pencalonannya di Pilpres 8 Juli mendatang. Bahkan, Wiranto juga mengklaim, kalangan nahdliyin siap mengusung dirinya bersama pasangan Jusuf Kalla (JK) memenangkan Pilpres dalam satu putaran.

    “Kaum nahdliyin siap mendukung pencalonan saya bersama Pak Jusuf Kalla,” jawab Wiranto saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Cukir, Diwek Jombang, Jum’at (19/6).

    Selain itu, Wiranto juga mengaku, mendapat dukungan penuh dari pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Sholahuddin Wahid (Gus Solah). Kepada wartawan, Wiranto mengatakan, disamping Gus Solah, Ketua Umum, KH. Hasyim Muzadi juga menyatakan hal serupa.

    “Apalagi saya juga sempat ketemu sama Pak Hasyim Muzadi. Beliau mendukung pencalonan saya, termasuk Gus Solah,” klaim cawapres ‘Pasangan Nusantara’ ini usai ziarah di makam pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari yang berada disisi belakang areal ponpes.

    Diakuinya, dukungan Gus Solah dan KH. Hasyim Muzadi dilandasi adanya keinginan menuju Indonesia yang berubah. Mereka, kata Wiranto, berharap pasangan JK-Wiranto dapat melakukan pembenahan dan pembelaan terhadap rakyat.

    “Yang pasti, kunjungan kita ini tidak istimewa. Kita hanya ingin lebih dekat dengan masyarakat. Sebab, kita maju (capres/cawapres JK-Win, red) agar ada pembelaan untuk rakyat, tidak lebih dari itu,” urai purnawirawan bintang empat ini berpromo.

    Di tempat yang sama, Gus Solah yang mendampingi Wiranto terkesan enggan membuka mulut terkait dukungan terhadap pasangan JK-Win. Katanya, dirinya tidak bisa mengutarakan hal tersebut secara terbuka kepada publik.

    “Wah, saya tidak bisa mengatakan itu secara terbuka apalagi kepada pers, yang jelas itu dan bukan mengatasnamakan kelembagaan. Pak Wiranto adalah sosok yang memiliki jiwa besar dan mengerti suara nurani rakyat,” ucap Gus Solah saat didesak klaim dukungan terhadap capres/cawapres bernomor urut 3 tersebut.

    Ditanya tentang tertutupnya peluang pasangan lain yang berniat mendatangi ponpesnya ? Dengan diplomatis, Gus Solah mengatakan, pihaknya sangat terbuka terhadap siapa pun capres/cawapresnya. “Silakan saja dan kita terbuka. Tapi, asrama ponpes ini adalah basis Jusuf Kalla,” ujar adik kandung Gus Dur ini enteng.

    Selanjutnya, ‘road show’ Wiranto ke Jawa Timur akan diteruskan ke Nganjuk dan Madiun setelah shalat Jum’at berjamaah di Masjid Ponpes Tebuireng. Diharapkan, perjalanan tersebut dapat mengantongi suara penuh dalam pilpres dari kaum nahdliyin. “Yang saya kunjungi kebanyakan adalah basisnya NU dan nahdliyin,” singkatnya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Aksi Kelulusan Diobrak Pol PP

    0 komentar

    JOMBANG – Meski hanya beberapa saat, namun akibat arak-arakan sejumlah pelajar yang menyambut kelulusan, beberapa titik jalan protokol di Jombang sempat macet. Konvoi pelajar tersebut dilakukan setelah petugas SatPol PP setempat membubarkan aksi kelulusan ratusan pelajar yang beraksi di areal Pendopo Kabupaten.

    “Saya minta, semuanya bubar,” bentak seorang petugas Pol PP yang bertugas di Pendopo Kabupaten, Selasa (16/6).

    Kontan, para pelajar yang sebelumnya leluasa beratraksi dengan sepeda motornya itu, berhamburan. Mereka dibubarkan SatPol PP karena dianggap mengganggu ketenangan di areal depan rumah dinas Bupati Jombang tersebut.

    “Kalau mau atraksi jangan di sini,” sambung petugas lainnya.

    Ratusan pelajar yang mengenakan seragam penuh coretan cat semprot dan spidol itu menunjukkan kebahagiaannya dengan beraksi jumping sepeda motor. Selain atraksi yang berlebihan, para pelajar tingkat SMA tersebut juga membunyikan keras mesin kendaraannya berkali-kali.

    Mengetahui kedatangan petugas, para pelajar yang asyik berpesta jumping dan beratraksi tersebut mengenakan baju penuh coretan itu langsung tancap gas. Mereka pun mengalah dan lebih memilih meninggalkan lokasi depan Pendopo di areal Aloon-Aloon Jombang tersebut.

    “Ayo, kita keliling saja,” komando salah seorang dari ratusan pelajar di atas motor bebeknya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Parah, Siswa Jombang Tak Lulus Unas

    0 komentar

    Tercatat 459 Siswa Tak Penuhi Nilai 5,5

    JOMBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jombang menyatakan, tahun ini, tingkat ketidaklulusan siswa SMA/SMK yang mengikuti Ujian Nasional (Unas) beberapa waktu lalu meningkat 1 persen dibanding setahun sebelumnya. Tercatat, jumlah siswa yang gagal lulus tersebut mencapai 459 dari 10.928 peserta ujian.

    Data di Disdikkab Jombang menyebut, siswa SMA yang mengikuti ujian sebanyak 5.640 dan 5.288 murid berasa dari SMK. Dari masing-masing siswa yang tidak mencapai standar nilai kelulusan Unas itu diantaranya, 251 siswa SMA dan 208 siswa bangku SMK.

    “Dan siang ini pada pukul 12.00 wib, masing-masing sekolah melalui kurir sudah mengirimkan pengumuman kelulusan kepada siswanya,” jelas Syaifullah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabiddikmen) Disdikkab setempat, Senin (15/6).

    Syaifullah mengatakan, ratusan pelajar yang gagal dalam ujian tersebut akibat tidak mencapai nilai standar kelulusan 5,5. Namun, Syaifullah mengingatkan, para siswa SMA/SMK yang tidak lulus tersebut masih memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian paket C bulan depan.

    “Tanggal 23 Juli nanti kita laksanakan ujiannya. Jadi, yang nggak lulus bisa ikut ujian paket C,” sarannya.

    Ditanya tentang gagalnya 459 siswa dalam kelulusan ujian ? Syaifullah via seluler mengakui, masing-masing sekolah memiliki standar kelayakan nilai lulus ujian. Disamping itu, standar kelulusan Unas bagi siswa peserta sudah dipatok secara nasional dengan nilai rata-rata 5,5.

    “Kebanyakan gagal mencapai nilai yang distandarkan. Jadi, cuma 1 persen peningkatannya dari seluruh siswa yang tidak lulus Unas,” tepis Syaifullah berulang-ulang. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Tukang Becak Tewas Kesodok Tabrakan Bus

    0 komentar

    Tabrak Rombongan Pengantin Dari Belakang

    JOMBANG – Diduga akibat rem ngeblong, sebuah bus menabrak rombongan mobil pengantin. Tabrakan maut yang terjadi di Jalan Raya Mojoagung, Jombang, Senin (15/6) tersebut mengakibatkan, seorang tukang becak tewas seketika.

    Bus Sumber Kencono yang melaju cepat dari arah timur itu tak kuasa menghindari arak-arakan mobil pengantin yang tepat berada di depannya. Akibat serudukan bus, mobil rombongan pengantin Isuzu Elf kehilangan kendali hingga menabrak sebuah bengkel tambal ban dan seorang tukang becak yang tengah parkir di pinggir jalan.

    “Kondisi korban sangat parah. Korban berasal dari Mojokerto namanya Jono, usia 54 tahun,” terang seorang petugas kamar jenazah RSD Jombang.

    Selain korban tewas dan rusaknya bengkel, sebuah sepeda motor Honda Supra nopol S 5568 T ikut menjadi sasaran sodokan bus yang kemudikan Herman (45). Sedangkan, mobil warna oranye milik rombongan pengantin asal Sidoarjo rusak parah di bagian depan dan kaca belakang hancur.

    “Kami bersama rombongan akan ke Trenggalek, tiba-tiba dari arah belakang ditabrak bus Sumber Kencono,” keluh seorang dari rombongan dengan muka pucat.

    Dikonfirmasi hal ini, Kasatlantas Polres Jombang, AKP Siswinto membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, polisi masih meminta keterangan beberapa saksi atas kejadian tabrakan tersebut. “Termasuk sopir yang kini telah kita amankan,” singkatnya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Pelajar Tewas Dihantam Truk

    1 komentar

    JOMBANG – Seorang dari dua pelajar, tewas seketika saat peristiwa kecelakaan di Jalan Raya Jabon Jombang, Sabtu (13/6). Korban diketahui bernama Imroatun (17), warga Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak Jombang. Masih untung, Saidah (17) yang juga teman korban, selamat meski terpental hingga jarak 200 meter.

    Dari evakuasi di lokasi kejadian, Imroatun, korban yang juga pelajar kelas II Madrasah Aliyah Denanyar Jombang ini, kondisinya sangat mengenaskan. Tubuh korban berlumuran darah dengan bagian kepala hancur hamper tak bisa dikenali lagi.

    Saksi mata di lapangan menuturkan, kendaraan yang digunakan oleh dua pelajar tersebut terpelesat akibat kerikil di jalan. Imroatun yang dibonceng belakang Saidah tak bisa menguasai keseimbangan.

    “Pada saat bersamaan itu, sebuah truk gandeng dengan kecepatan tinggi menabrak sepeda motor,” katanya.

    Saksi mata yang enggan disebut namanya itu mengatakan, kedua pelajar yang berboncengan itu hendak menyeberang jalan. Namun naas, roda depan motor yang dikendarai Saidah terpelanting karena kerikil.


    “Yang duduk di belakang itu yang tertabrak truk. Kalau yang ngendarai sih selamat, karena terlempar ke pinggir,” ujar Warno, seorang dari warga sekitar yang ikut menolong korban.


    Sementara, Satlantas Polres Jombang yang berada di lokasi kejadian langsung melakukan identifikasi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi mengamankan truk gandeng dan sepeda motor korban.


    “Masih kita lakukan penyelidikan. Truk, sopir dan keneknya sudah kita amankan,” ungkap Kasatlantas Polres Jombang, AKP Siswinto. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Gawat, Leher Istri Digorok Suami

    0 komentar

    JOMBANG – Karena dianggap kerap menghina, Sulikah (45) digorok suaminya sendiri. Perempuan warga Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam tersebut kondisinya kritis dengan luka di leher samping kanan dan sebelah kiri mulutnya sepanjang 15 centimeter.

    “Pasien kita sampai saat ini masih koma. Yang pasti, kita tetap melakukan perawatan terhadap korban,” jelas dokter yang merawat Sulikah di Rumah Sakit Daerah (RSD) Jombang.

    Kronologisnya, Poniman (75), suami korban yang kini diamankan di Polsek Wonosalam merasa gerah dan tersinggung oleh makian istrinya. Diakui Poniman dihadapan petugas, dirinya melakukan hal tersebut karena tidak kuat hinaan dari saudara korban maupun istrinya.

    Tersangka mengatakan, dirinya tersinggung setelah sering dihina akibat penyakit kataraknya. Hilang kesabaran, Poniman akhirnya nekad mengambil pisau dapur untuk menggorok leher istrinya.

    Kapolsek Wonosalam Jombang, AKP Abdul Sukur mengatakan, guna penyelidikan kasus, pihaknya akan memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. Ia membenarkan, tersangka tega menganiaya istrinya sendiri karena fakator ketersinggungan.

    “Ya, itu dilakukan saat istrinya tertidur. Perbuatan tersangka kita kenai Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Nomer 44 tahun 2004, ancamannya 20 tahun penjara,” tandas Kapolsek, Sabtu (13/6).

    Ditemui di kediamannya, keponakan korban, Elok (24) tak menampik hal tersebut. Awalnya, sekitar dini hari tadi terdengar jeritan keras dari rumah bibinya. Elok pun langsung mendatangi rumah yang berhadapan dengan rumahnya itu.

    “Saya kaget begitu saya masuk rumah, bibi saya sudah bersimbah darah di bagian lehernya. Kemudian kejadian itu saya laporkan ke perangkat desa,” ujar Elok yang ikut mengantarkan bibinya ke UGD RSD Jombang. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Teledor, 1.438 Pemilih DPT Jombang Lenyap

    0 komentar

    KPU Salahkan PPK

    JOMBANG – Tercatat 1.438 pemilih terancam tak dapat mengikuti pemungutan suara di Pilpres 8 Juli mendatang. Pasalnya, ribuan orang pemilik hak pilih itu tak masuk dalam Daftar Pemilih tetap (DPT).

    Hilangnya jejak ribuan pemilih di TPS 2 dan 3 Desa Senden, Kecamatan Peterongan tersebut akibat keteledoran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang. Ironinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang terkesan melempar tanggungjawab ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) setempat.

    “Ya, ini adalah kesalahan PPK saat meng-entry data,” tepis Minan Rohman, Ketua Pokja Pencalonan dan Pemutakhiran Data KPU Jombang, Rabu (10/6).

    Minan mengatakan, seharusnya jumlah DPT di Kecamatan Peterongan sebanyak 49.819 pemilih. Namun pada kenyataan, jumlah DPT yang akhir bulan lalu telah di tetapkan dan dikirim ke KPU Pusat itu menyusut menjadi 48.381.

    “Waktu kita serahkan KPU Pusat setelah ditetapkannya DPT Jombang, diketahui ada dua TPS di Desa Senden Peterongan, tidak ada pemilihnya alias nol,” jelas Minan.

    Untuk itu, KPU Jombang secepatnya akan mengirim surat ke KPU Pusat dan berkoordinasi dengan Panwas Pemilu Kabupaten Jombang. Dikatakan Minan, surat tersebut meminta KPU Pusat untuk melakukan perubahan DPT Jombang.

    “Prinsipnya, kita akan perbaiki kesalahan DPT, sekaligus sore ini berkirim surat ke KPU Pusat dan meminta Panwas merekomendasi perubahan jumlah DPT yang bertambah,” jelasnya.

    Sementara, Ketua Panwas Pemilu setempat, M. Fatoni membenarkan, jika DPT dua TPS terjadi kesalahan. Fatoni menegaskan, pihaknya akan mengusut dan memberikan tindakan tegas terhadap faktor kesengajaan saat entry data pemilih.

    “Itu pun kalau memang kita temukan ada unsur kesengajaan, KPU bisa kita jerat dengan Tipilu (Tindak Pidana Pemilu, red). Tapi, untuk hal ini, tidak ada faktor kesengajaan yang dilakukan KPU,” ujar Fatoni.

    Sesuai dengan data KPU Jombang, jumlah DPT di Jombang sebanyak 978.430. Akibat dua TPS belum masuk saat ditetapkannya DPT oleh KPU Jombang, jumlah DPT yang diserahkan ke KPU Pusat hanya 976.992 pemilih. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net
  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    IB Kawal Pilpres Satu Putaran

    0 komentar


    JOMBANG – Jaringan pemenangan pasangan SBY-Boediono di Jombang mulai bergerak. Tim sukses berlebel Indonesia Bisa (IB) ini, Selasa (9/6) telah ‘memproklamirkan’ diri sebagai ormas pengusung pasangan capres/cawapres bernomor urut 2 dalam Pilpres 8 Juli mendatang.

    Meski tanpa dihadiri DPD (Dewan Pimpinan Daerah) IB Jatim, namun deklarasi tersebut berlangsung cukup lancar. Padahal, jadwal sebelumnya, acara pelantikan anggota IB akan dilakukan oleh Ketua DPD IB Jatim.

    Deklarasi yang dihadiri sejumlah anggota dan simpatisan tersebut menyatakan, dukungan sepenuhnya untuk mengantarkan SBY dan Boediono sebagai orang nomor satu di Indonesia. IB Jombang bersama 5 daerah di Jatim VIII, Kab/Kota Mojokerto, Nganjuk, Kab/Kota Madiun itu siap mengawal pilpres hanya satu putaran.

    “Kita bersedia dan ikut menyukseskan pilpres untuk kemenangan SBY dalam satu putaran,” tandas 6 orang Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IB se-Jatim VIII yang didaulat mewakili anggota saat deklrasi di Hotel Kartika Sentosa Jombang.

    Usai acara yang berakhir menjelang petang itu, Ketua DPC IB Jombang, Nurasan dengan lantang siap menyukseskan kemenangan 50 persen suara. Menurut Nurasan, angka tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk direalisasikan dalam proses pilpres nanti.

    “Tapi, kita tetap berupaya dan siap dengan segala kemampuan untuk mendulang 50 persen suara,” yakin Nurasan yang berprofesi kontraktor ini tanpa ragu.

    Dikatakannya, hal tersebut bukan hanya isapan jempol. Dirinya mengaku, telah menyiapkan segala infrastruktur hingga jaringan di bawah. “Utamanya di Jatim VIII, struktur IB mulai tingkat cabang sampai ranting sudah terbentuk. Makanya, kita berani memasang target 50 persen suara untuk SBY-Boediono,” ujar lelaki yang baru beberapa waktu lalu hengkang dari ‘kandang’ banteng moncong putih.

    Nurasan yang pernah lama ikut dalam organisasi pemuda PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI) ini menambahkan, figur SBY merupakan pemimpin masa depan dan telah sukses membangun Indonesia. Capres kelahiran Pacitan Jawa Timur itu, kata Nurasan, mampu mengangkat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ya, figur SBY mampu untuk itu,” singkatnya berpromosi.

    Terkait kemungkinan adanya benturan dengan tim bentukan partai pengusung ? Sekretaris DPC IB Jombang, M. Hasib Al Isbilly meyakini tidak akan terjadi gesekan. Menurutnya, IB akan lebih mengarahkan bidikan pada jalur sosial kemasyarakatan.

    “Pada dasarnya, IB adalah ormas dan bukan partisan. Sebenarnya, kita nggak punya target. Target kita lebih membangun komunitas untuk kepentingan sosial dan kegiatan yang lebih bisa dirasakan masyarakat,” ujar Billy. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Koalisi 24 Parpol Jombang Usung SBY-Boediono

    0 komentar

    JOMBANG – Suhu perpolitikan Jombang menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli nanti kian memanas. Masing-masing tim sukses tiga pasangan capres/cawapres saling mengklaim dukungan dari sejumlah partai politik (parpol).

    Sumber internal Partai Demokrat Jombang menyebut, 23 parpol telah menggabungkan diri untuk membangun kekuatan menggalang massa. Bukan hanya itu, dari koalisi parpol tersebut telah terjalin komunikasi untuk memenangkan SBY-Boediono melaju sebagai presiden dan wakil presiden lima tahun mendatang.

    “Ya, kita didukung 24 parpol termasuk Partai Demokrat,” jelas Budi Yulianto, Wakil Ketua Tim Sukses SBY-Boediono Jombang di kantor KPU, Senin (8/6).

    Dikonfirmasi usai mengikuti kesepakatan bersama antara KPU Jombang dengan tim kampanye 3 pasangan capres/cawapres, Budi mengakui, dari 24 parpol tersebut, 6 diantaranya merupakan parpol besar pemilik kursi di DPRD Kabupaten Jombang 2009-2014. Selain itu, 28 caleg jadi di parlemen Jombang ikut terlibat dalam koalisi parpol untuk pasangan capres/cawapres bernomor urut 2 itu.

    “PKB, PPP, PAN, PKS, PKPB, PKPI dan Partai Demokrat. Sementara PDS, PPRN, PNBK, Partai Pelopor dan masih banyak lagi lainnya ikut bergabung dengan kita,” papar Budi seraya mengingat nama parpol pendukung lainnya. “Ya, diantaranya itu,” sambungnya.

    Terpisah, Budiman yang ditunjuk sebagai Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) di Jombang mengaku, masih melakukan komunikasi untuk membentuk koalisi. Namun dikatakan Budi, untuk sementara pihaknya masih solid dengan parpol pengusung pasangan capres/cawapres JK-Win.

    “Golkar dan Hanura yang selama ini menjadi motor pemenangan JK-Win. PKNU dan PBB kayaknya juga akan memperkuat kita,” terang Budiman sebelum beranjak meninggalkan gedung KPU Jombang.

    Sementara, Sekretaris DPC PDIP Jombang, Bahana Bela Binanda menyebut, pihaknya telah berkoalisi dengan 4 parpol pendukung pasangan Megawati-Prabowo Subianto (Mega-Pro). Selain PDIP dan Partai Gerindra, keempat parpol tersebut PNI Marhaen, PSI, Partai Buruh dan Pakar Pangan.

    “Untuk sementara itu koalisi yang kita bangun. Sedangkan untuk persiapan, kita masih menjadwal dan menyusun strategi pemenangan untuk start kampanye 11 Juni – 4 Juli nanti,” jelas lelaki yang juga diposisikan sebagai Sekretaris Tim Sukses Mega-Pro Jombang bersama Suyanto sebagai Ketua Tim.

    Dilain hal, Machwal Huda, Ketua Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU Jombang mengatakan, pihaknya telah menandatangani kesepakatan bersama dengan tim sukses untuk jadwal kampanye pilpres di Jombang. Kesepakatan tersebut berlandaskan Undang Undang No 42/2008 tentang Pilpres dan Kampanye serta Kep. KPU No. 28/2009 tentang Petunjuk Teknis Kampanye Pilpres.

    “Selain jadwal yang mengacu secara nasional, kita juga menyepakati pemasangan alat peraga kampanye dan lokasi kampanye sesuai surat edaran Bupati Jombang,” pungkas Machwal di kantornya. abd

    Baca juga :

  • www.beritakota.net

  • Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Pelajar Ancam Wartawan

    0 komentar

    JOMBANG – Merasa terusik kerja jurnalistiknya, Umar Sanusi, wartawan televisi swasta Indonesia berniat melaporkan Welly Tanjaya (16) ke polisi. Pemicunya, Welly mengancam kontributor TV One Jombang tersebut saat Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) setempat menggelar razia pelajar, Senin (8/6).

    Welly Tanjaya yang masih berstatus pelajar SMA PGRI 1 Jombang tersebut diketahui memukul properti seorang wartawan yang tengah menyorotkan kamera ke wajahnya. Bukan hanya itu, pelajar kelas 2 IPA 1 ini terus melancarkan makian dan umpatan ke arah wartawan yang tengah meliput operasi penertiban tersebut.

    “Terpaksa, akan kita laporkan ke polisi,” geram Umar Sanusi.

    Menurut Umar, tindakan Welly sudah tergolong upaya menghalangi kinerja jurnalis dalam memperoleh informasi. Perbuatan pelajar keturunan ini, kata Umar, masuk katagori kekerasan terhadap pers.

    “Dan itu melanggar Undang Undang Pers. Sudah jelas, tindakan itu adalah kekerasan terhadap pers,” terangnya.

    Disisi lain, operasi pelajar yang dilaksanakan Satpol PP itu berhasil menjaring 14 pelajar yang tengah bolos sekolah. Para pelajar yang asyik kongkow tersebut tertangkap Pol PP di sebuah tempat game Play Station di Jl. Pattimura Jombang.

    Sebelumnya, para pelajar usia belia itu kaget saat mobil patroli petugas berhenti di lokasi mainan tersebut. Kontan, mereka pun tunggang langgang dan berusaha melarikan diri dari tangkapan.

    “Tapi, petugas berhasil menghalangi upaya pelajar akan melarikan diri itu. Kita berhasil menangkap 6 pelajar SMP dan 8 pelajar SMA,” jelas Kasi Dalops (Pengendalian dan Operas) Kantor Satpol PP Jombang, Wiko F Diaz.

    Menurutnya, razia tersebut merupakan lanjutan dari operasi sebelumnya yang berhasil menangkap aksi pesta miras oleh sejumlah pelajar beberapa waktu lalu. Disamping itu, penertiban pelajar tersebut untuk meminimalisir adanya penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar.

    “Paling tidak untuk membuat efek jera lah. Setelah itu, akan kita beritahu sekolah dan orangtua mereka akan kita panggil,” kata Wiko di kantornya. abd

    Baca juga : www.beritakota.net

    Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Ke Ambalat Siapa Takut ?

    0 komentar

    Banser Jombang Nyatakan Jihad Ambalat

    JOMBANG - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Jombang menyatakan, siap bela negara ke Ambalat. Sayangnya, keinginan jihad ke negeri Jiran tersebut masih perlu koordinasi dengan Pengurus Pusat GP Ansor.

    “Ya, kita masih koordinasi dulu dengan pengurus pusat di Jakarta. Tapi, yang jelas tidak ada keraguan kita untuk jihad mempertahankan NKRI,” cetus Komandan Banser Jombang, HM. Ikhsan Effendi disela menunggu keberangkatan kereta api tujuan Jakarta di stasiun Jombang, Minggu (7/6).

    Ditanya tentang kematangan persiapan menuju medan ‘perang’ ? Ikhsan dengan lugas mengaku telah menjalin koordinasi dengan jajaran di tingkat bawah. Lelaki yang pernah gagal dalam Pilkada Jombang beberapa waktu lalu itu meyakini, koordinasi di tingkat pusat juga akan memperoleh dukungan ke Ambalat.

    “Sore ini, saya akan berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi,” singkatnya.

    Menurut Ikhsan, aksi provokatif yang diakukan Malaysia di perbatasan Ambalat sudah mengganggu otoritas dan kedaulatan negara. Untuk itu, sebagai organisasi di bawah Nahdlatul Ulama (NU), Banser memiliki andil besar untuk mempertahankannnya.

    “Ada 12 kader yang kita anggap pasukan inti Banser Jombang, siap berangkat ke Ambalat. Untuk hal itu, kita sudah koordinasi hingga jajaran di bawah,” tandas Ikhsan berapi-api.

    Sebagai wujud rasa nasionalis dan patriotisme bangsa kepada negara, Banser wajib membela keutuhan NKRI. Selain itu, kata Ikhsan, Banser memiliki riwayat besar terhadap upaya menjaga NKRI yang berdaulat.

    “Dan sejarah bangsa Indonesia mencatat Banser sebagai bagian penting dalam andilnya mempertahankan NKRI,” jelasnya tanpa ragu. abd

    Baca juga : www.beritakota.net

    Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Empat Kali Jombang Raih Adipura

    0 komentar


    Urutan Ketiga Nasional Kota Sedang

    JOMBANG – Kendati tahun ini sudah empat kali Kabupaten Jombang meraih Adipura, namun belum mampu menghadirkan Piala Adipura Kencana. Namun demikian, Kabupaten Jombang berhasil menjadi yang ketiga untuk tingkat nasional katagori kota sedang.

    “Untuk itu, kita akan targetkan tahun depan harus mendapat Piala Adipura Kencana,” cetus Bupati Jombang, Suyanto usai kirab keliling kota Piala Adipura, Sabtu (6/6).

    Bupati dua periode ini mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan diri dalam kebersihan untuk dapat membawa pulang Piala Adipura Kencana ke Jombang. Menurutnya, hal itu akan terwujud jika dalam lima kali berturut-turut Jombang dapat meraih penghargaan Piala Adipura.

    “Bagaimanapun juga, ini semua berkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama lingkungan masing-masing,” ajak Suyanto bersemangat.

    Menurut Suyanto, prestasi yang diraih Jombang terbilang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dijelaskannya, dengan diraihnya empat kali Adipura, akhirnya Jombang berhak menduduki peringkat ketiga nasional untuk katagori kota sedang.

    “Sebenarnya kita belum puas kalau belum mendapat Adipura Kencana. Tapi, prestasi ini patut kita syukuri sejalan dengan meningkatnya tingkat kebersihan sesuai penilaian. Yang pasti, kita berterima kasih kepada masyarakat Jombang yang mendukung terjaganya kebersihan,” tandasnya.

    Piala Adipura keempat kalinya diraih Jombang ini sempat diarak keliling kota. Jalannya kirab Adipura tersebut disaksikan ribuan massa yang memadati ruas sepanjang jalan yang dilalui peserta konvoi.

    Berbagai lapisan masyarakat berbaur dengan melambaikan bendera merah putih kecil menjejali jalanan mulai perbatasan Mojoagung – Trowulan hingga berakhir di Aloon- Aloon Jombang. Pawai keliling menyambut Adipura tersebut diikuti iring-iringan kesenian tradisional reog yang berada di depan mobil dengan replika Piala Adipura. Tak ketinggalan, pasukan kuning dengan atribut lengkap dan bak sampahnya ikut mengiringi konvoi piala dibidang kebersihan ini. abd

    Baca juga : www.beritakota.net

    Baca Lengkap...

    Bookmark this post:
    StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

    Mampir Donk


    ShoutMix chat widget
    Photobucket
     

    Copyright 2009 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by One 4 All